Harus Tetap Dijalani

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS : Al-Baqarah : 153). 

Kemarin dan hari ini, saya disentil dengan ayat ini. Mungkin, sebagai pengingat, bahwa hidup tidak selalu mulus. 

Ya, dan kemudian saya melewati jalan yang berbatu dan terjal. Entah kenapa, ayat ini kemudian muncul dikepala saya. Seburuk apapun, sesakit apapun, mau tidak mau harus dijalani. 

Sambil berharap semoga segera terlewati. 



Iklan

Mental Anak Kos : Tahan Lapar

Tag

, , ,

​Ini adalah hari ketiga dimana setelah maghrib saya menghabiskan waktu hanya dengan bengong menatap televisi yang bahkan tidak saya nyalakan. Sendirian pula. Ya, sendirian, karena ada keperluan mendesak,  istri dan anak saya masih berada di kampung halaman sampai tulisan ini dibuat. Saya jadi bujang lokal. Meskipun istilah ini sebenarnya lebih mending ketimbang bujang lapuk. 

Disini, saya sibuk menghabiskan waktu mikirin menu untuk makan pagi, siang, malam. Mikirin menu makan sungguh sangat memusingkan. Banyak tuntutan : harus ada protein, sayur, dan karbo yang cukup. Sambal, karena manusia Indonesia tidak bisa lepas dari sambal. Padahal harga cabe naik, tetep aja dicari. Beda kalo harga sempak naik, masih bisa dibalik. 

Plus buah, supaya tidak berakhir dengan sembelit. 

Akibat hidup terlalu manja -menggantungkan perut pada masakan istri setiap pagi, siang dan malam-, mental anak kos-kosan yang dulu sempat saya pupuk ketika menuntut gelar Sarjana Ekonomi di Undip perlahan sirna. 

Dulu, saya mampu hidup dengan makan 2 kali sehari, hanya dengan lauk yang sama : satu butir telur dibagi dua, setengah untuk pagi, sisanya untuk malam. Untuk sensasi ‘kemewahan’, cukup ditambahkan kecap dan saus sambal botolan. Syukur-syukur bisa beli kerupuk. 

Mlempem pun tidak apa-apa. Jangan ditanya bagaimana nikmatnya. Asal tidak sakit maag, itu saya sudah Alhamdulillah banget.

Mental anak kos sebenarnya identik dengan mental survival, apalagi mendekati akhir bulan. Ketika kiriman uang dari uang tua sudah menipis-atau bahkan habis. Pilihannya adalah berhemat atau ngutang. Ngutang bisa dikatakan pilihan paling hina, karena dua hal. Pertama, tidak semua orang bisa diutangin, apalagi warung-warung makanan. Tatapan sinis dari penjual, antara mengejek atau takut tidak dibayar, bisa menghancurkan harga diri. Kedua, karena saking banyaknya utang, kita bahkan gak tau berapa utang kita atau kita udah ngutang sama siapa saja. Apes jika ternyata pas kita minta utangan, ternyata kita lupa udah utang pada orang yang sama dua kali. Dan belum dibalikin duitnya pula.

Berhemat adalah pilihan yang logis bagi anak kos. Maka tidak heran, ketika jadi anak kos terlihat kerempeng, namun ketika sudah bekerja menjadi gemuk. Ya, maklum, namanya juga menikmati jerih payah. 

Namun tampaknya, hal tersebut tidak berlaku bagi presiden kita. Entah kenapa dari jaman mahasiswa sampai jadi presiden kok malah kerempeng terus. 

Terlalu banyak cerita. Sampai lupa mau makan apa. Ahirnya, saya memutuskan untuk menyantap makanan selera Indonesia yang luar biasa bergizi : Supermie. 

Alamat besok sembelit lagi. 

Panggilan

Tag

, , , , ,

​Tujuh belas tahun berdiam di lereng gunung merbabu, turun gunung menuju kota yang didirikan oleh Pangeran Pandan Arang. Mencari bekal disana selama empat tahun. 

Ada petualangan  yang memanggil. Tanah Sunda merayu saya untuk datang dan meminta  untuk tinggal. Dua setengah tahun. Memang tidak lama, tapi kenangannya masih berbekas sampai sekarang. 

Dari tanah Sunda, singgahlah saya sebentar sekedar menikmati Cotto dan Palu Basa. Enam bulan saja. 

Karena Borneo memberikan undangan. Jelajahi. Sampai ke ujung. Sampai kamu puas. Tawarannya tak bisa ditolak. 

Lima setengah tahun. Sampai kemudian, datanglah panggilan lain. Dari kota yang terendap lumpur. 

Kali ini, Jawa Timur menunggu saya

Salatiga…. 

Maaf, meskipun sungguh saya ingin pulang dan mendekapmu, petualangan saya masih belum boleh berakhir. 

Setidaknya, bukan di Jawa Timur.

Karena, saya ingin awal dan akhir yang sama. Memulai darimu dan mengakhirkan semua di kamu. Lalu, saya akan punya banyak kisah untuk diceritakan. 

2016-2017 : Menyelesaikan Misi

Tag

, , , ,

Sudahlah, biarkan saja oeang bilang saya latah, mengingat kembali memori terbaik 2016 dan resolusi untuk 2017. Saya memang perlu mencatatnya. Sebagai pengingat, bahwa ada keinginan yang harus dikabulkan. Bahwa hidup kita punya misi yang harus diselesaikan. 

Ada beberapa kilas balik yang penting bagi hidup saya di Tahun 2016.

  1. Ke Eropa untuk pertama kalinya. Imi buat saya pencapaian nanggung sebenarnya. Pengennya dapat beasiswa S2 ke Eropa, tapi ternyata malah dapat beasiswa shortcourse ke Austria. Meskipun pengennya beasiswa S2, tapi di 2016 saya malah tidak apply beasiswa S2 apapun. Penyesalan memang. Tapi, bisa ke Eropa (Austria, Hungaria, dan Turki!), dibayarin pula. Ini kenangan hebat! 
  2. Freeletics (lagi) dan turun 5 kilo. Saya memang baru memulai lagi freeletics di awal November kemarin. Ini semacam ambisi pribadi sebenarnya. Pengen sixpack. Tapi sepertinya tidak terkerjar di 2016, namun bisa turun 5 kilo dalam 2 bulan cukup menakjubkan. 
  3. Tour ke Tanjung Puting. Sudah lima tahun saya di Kalimantan Tengah, cuma tau dengar saja mengenai komservasi dan rehabilitasi orang utan yang terkenal seantero jagad. Akhirnya, kesampaian juga bisa berkunjung dan menikmati ‘kemewahan dalam kesederhanaan’  hutan konservasinya. Sip tenan! Silakan baca posting saya mengenai Tanjung Puting. 
  4. Investasi saham menjanjikan. Sempat pesimis di awal tahun, tapi ternyata 2016 cukup menguntungkan bagi saya. 
  5. AC Milan juara Coppa Italia! Hahahaha, sebagai fans AC Milan, imi adalah pencapaian paling hebat sebagai penutup Tahun 2016.

Banyak hal lagi yang luar biasa di Tahun 2016 yang tidak sempat saya ceritakan, namun saya bersyukur sekali bisa melalui 2016 dengan menyenangkan.

Tahun 2017, ada beberapa hal yang ingin saya capai. 

  1. Beasiswa S2. Sebelumnya, saya selalu berpikiran ke Eropa. Namun semakin kesini, saya sedikit mempertimbangkan untuk ke Australia atau Jepang. 
  2. Six pack. Saya tidak homo. Saya cuma pengen pakai baju slim fit secara layak!
  3. Investasi di pasar uang. Setelah investasi emas dan saham, saya pengen menjajal pasar uang. Saya banyak belajar pasar uang melalui buku & forum diskusi di 2016, plus mainin demo pasar uang. 2017 saatnya terjun langsung! 
  4. Investasi properti. Tidak muluk-muluk, satu rumah di Tahun 2017.
  5. Nambah anak. Iya, se-dikasihnya sama Allah SWT. 

Semoga, apapun resolusi kalian – jika itu baik- dapat terwujud. 

Selamat menjalani tahun yang (semoga) lebih menyenangkan! 

Lampu Merah, Berhenti atau Mati

Tag

,

traffic-light-630

diambil dari sini

Sempak adalah umpatan yang relatif sopan ketika lampu lampu lintas perempatan berwarna hijau, kamu mau lurus, tapi tiba-tiba dari arah kirimu ada motor nikung mau belok kanan.

Umpatan lain yang masih dalam batas wajar adalah Asu tenan! 

Meskipun sopan, jika kamu ngumpat ketika sedang memboncengkan ibumu, bisa dipastikan bibirmu dislomot ke knalpot oleh ibumu sendiri.

Kolaborasi antara mental nekad dan SIM nembak, hampir selalu menimbulkan kecelakaan. Plus dibarengi dengan kesadaran berlalu lintas yang setipis pembalut wanita membuat jalan raya Indonesia ibarat arena bunuh-bunuhan. Terserempet, tertabrak, terlindas, atau terserempet-tertabrak-kemudian terlindas. Yang terakhir ini, sungguh beruntung jika wajahnya masih bisa dikenali.

Seandainya Indonesia punya hukum tembak ditempat untuk pengguna lalu lintas yang ugal-ugalan.

*)ditulis setelah kejadian ibu-ibu nerobos lampu merah di perempatan dan hampir aja nabrak saya

meanwhile-in-a-car-accident-in-brazil_o_4175003

diambil dari sini

Pribumi, Tanpa Embel-Embel

Tag

, , ,

“Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua! ~Soekarno

Pribumi atau penduduk asli adalah setiap orang yang lahir di suatu tempat, wilayah atau negara, dan menetap di sana dengan status orisinal, asli atau tulen (indigenious) sebagai kelompok etnis yang diakui sebagai suku bangsa bukan pendatang dari negeri lainnya. Pribumi bersifat autochton (melekat pada suatu tempat). Secara lebih khusus, istilah pribumi ditujukan kepada setiap orang yang terlahir dengan orang tua yang juga terlahir di suatu tempat tersebut. ~wikipedia

quote-this-country-the-republic-of-indonesia-does-not-belong-to-any-group-nor-to-any-religion-sukarno-40-21-78

Lama-lama, saya gerah juga lihat tulisan-tulisan tak bermoral yang menyebut pribumi-non pribumi. Apalagi disebarkan oleh media jurnalistik online abal-abal, tanpa redaktur, tanpa editor, bahkan tanpa wartawan. Kerjaannya : copy paste berita, plintir-plintir, bikin judul bombastis, kalau perlu pakai tanda tanya-biar sok-sok ambigu.

Sejak Tahun 1998, Pemerintah Indonesia telah menghentikan istilah pribumi dan non pribumi melalui sebuah Instruksi Presiden.

Diktum Kedua Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non Pribumi Dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, Ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan (“Inpres 26/1998”), maka pejabat penyelenggara pemerintahan wajib untuk memberikan perlakuan dan layanan yang sama kepada seluruh WNI dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan, dan meniadakan pembedaan dalam segala bentuk, sifat serta tingkatan kepada WNI baik atas dasar suku, agama, ras maupun asal-usul dalam penyelenggaraan tersebut.

Lah, ini kok sekarang kita kembali ke zaman penjajahan dulu. Zaman ketika masyarakat Indonesia sengaja digolongkan oleh kolonial Hindia Belanda demi tujuan politis.

Baca lebih lanjut

Aturan Sederhana Freeletics

Tag

, ,

Terhitung sejak hari ini, berarti saya sudah 7 hari berhenti melakukan freeletics karena terpaksa. Tiga hari karena bahu saya sedikit cedera setelah workout terakhir, dan begitu cedera mendingan, 4 hari sisanya, termasuk hari ini, terpaksa absen karena flu. Meskipun jargon freeletics “quit is not an option”, tapi saya sadar diri, sepertinya tidak mungkin menyelesaikan workout dengan kondisi seperti ini. Sempat saya memaksakan mencoba workout Artemis, tapi baru 50 kali burpee , badan langsung loyo, kepala pening, perut mual. Sementara itu, ingus menggantung, meminta kepastian : disedot atau diseka.

Langsung saya sudahi sebelum pingsan.

Jadi, selama 7 hari ini, praktis saya sama sekali tidak mencatatkan waktu apa-apa.Padahal saya sudah masuk ke Woche 6 latihan ke 3 dari total 5 latihan. Kalau woche 6 ini kelar, saya masuk ke woche 7, alias Hell Week. Saya sedang memikirkan untuk mengulang lagi workout woche 6 dari pertama. Takutnya sih, tubuh saya kembali ke fase malas. Fase dimana keinginan untuk mencetak waktu yang terbaik berbanding terbalik dengan niat.

Eh, gimana sih, padahal quote freeletics “Success never accepts excuses”. Oh, iya ya? Ya, lihat ntar lah *uhuk-uhuk

Atau Fase Mulas. Fase dimana kita sudah menyelesaikan 3 dari 5 set Aphrodite, lalu perut kalian mulas ingin BAB. Percayalah, kalian pasti akan mengalaminya (pengalaman pribadi).

Di Freeletics, kita mengenal empat peraturan sederhana :

1818110985-ac0061ffac8d858171cc1f97ac345ee5

sanggup?

Baca lebih lanjut

(Memilih) Dijajah Medsos : Sebuah Analisa Ngawur

Tag

, ,

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Indonesia, tidak bisa lepas dari sejarah panjang kolonialisme. Dijajah, diperbudak, bersatu, berjuang, kemudian merdeka.

nederlandsch_indie_1893

gambar diambil dari sini

Era kolonialisasi Eropa atas Nusantara dimulai pertama kali pada Tahun 1511 ketika pelaut kenamaan Portugis, Afonso de Albuquerque, berhasil menaklukkan Malaka. Penaklukan Malaka ini, menjadi awal Portugis merajai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa melalui monopoli perdangangan cengkeh di Ternate (1512). Pada rentang waktu yang tidak terlalu jauh (1521), Spanyol datang ke Tidore. Kedatangan Spanyol ini, membuat Portugis meradang, karena dianggap melanggar Perjanjian Tordesillas (1494). Kemudian timbulah perselisihan diantara keduanya. Untuk mengatasi perselisihan tersebut, maka ditandatanganilah Perjanjian Saragosa (1529) dengan isi perjanjian adalah Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan kegiatan di Filipina dan Portugis tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku.

Tahun 1596, Cornelis De Houtman, pelaut Belanda, menginjakkan kaki di Banten. Kemudian, 2 tahun setelahnya, Jacob Van Neck, pelaut Belanda lain, kembali datang ke Banten. Kedatangan bangsa Belanda ini, menjadi cikal bakal berdirinya Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC), sekaligus menjadi awal sejarah panjang penjajahan Belanda di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Ketika Komunis Mencoba Meruntuhkan Indonesia

Tag

, ,

Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik. ~wikipedia

thorhammer-ft

karena gambar palu dan arit dilarang, entah kenapa cuma gambar palu-nya Thor aja yang kepikiran. diambil dari sini

Komunisme di Indonesia identik dengan sejarah kelam  Partai Komunis Indonesia (PKI). Meskipun faktanya masih menjadi perdebatan pemerhati sejarah, namun negara Indonesia secara tegas melarang penyebaran paham atau ajaran komunisme. Dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Berkaitan dengan Kejahatan Terhadap Keamanan Negara Pasal 107 c, menyatakan bahwa :

Barang siapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tullsan dan atau metalui media apapun, menyebarkan atau mengembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme yang berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau berakibat timbulnya kerusuhan dalam masyarakat, atau menimbulkan korban jiwa atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima betas) tahun.

Baca lebih lanjut

Sungguh Berarti Sebuah Nama

Tag

,

 

‘Namanya siapa, pak?’ tanya saya langsung, mencoba mengurangi basa-basi. Masih ada empat desa lagi yang harus didatangi hari itu. Lokasinya berjauhan, pula. Audit memang menghabiskan waktu. Tapi mau bagaimana lagi, ini kerjaan saya.

‘Demon, pak.’ jawab bapak itu singkat. Di depan saya seorang lelaki paruh baya memakai baju batik dan bertelanjang kaki di kantor desa yang sudah berubin. Sepatunya dilepas didepan pintu masuk. Saya jadi malu karena masih memakai sepatu kulit. Padahal bapak paruh baya itu adalah tuan rumahnya. Ya, dia adalah kepala desa.

‘Maaf, nama lengkap, kalau boleh saya tahu?’

‘Demonstrasi, pak.’

‘Hahahahaha. Ya kali, pak, masa orang tua kasih nama gitu ke Bapak? Rusuh dong nanti.’

‘Itu memang nama lengkap saya, pak. Bapak bisa lihat di papan pengumuman desa.’

Wanjir! Ternyata memang beneran Demonstrasi!

quote-what-s-in-a-name-that-which-we-call-a-rose-by-any-other-name-would-smell-as-sweet-william-shakespeare-26-72-76

gambar diambil dari sini

Baca lebih lanjut